Menampilkan 59 Hasil

Workshop Budaya Kerja di SMK Pusat Keunggulan (SMK PK)

Pekanbaru-SMKNPT, Pada Rabu 6 Oktober 2021 yang lalu SMKN Pertanian mengadakan Workshop Budaya Kerja sebagai bagian dari rangkaian acara SMK Pusat Keunggulan. Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB bertempat di Ruang rapat Lt. 2 SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru. Diikuti ole 30 orang pendidik yang terdiri dari Wakil Kepala sekolah, Kepala Program Keahlian, Kepala Kompetensi Keahlian, Kepala Bengkel dan Teknisi masing-masing program keahlian, acara ini dinarasumberi oleh perwakilan 4 perusahaan yakni PT. Suntory Garuda (Bapak Darussalam), PT.IKPP (Bapak Armadi), Dolphin Farm (Bapak Supriadi) dan PT. Charoen Phokpand (Bapak Susanto). 

Masing-masing narasumber menyampaikan budaya kerja yang berlaku dimasing-masing perusahaan.  Pemaparan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi bagi tim di Program Keahlian dalam menyusun SOP Prakek Kejuruan.  

Berikut adalah dokuentasi acara:

 

WORKSHOP PENYELARASAN KURIKULUM DAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR (MANUAL DAN DIGITAL) – SMK PUSAT KEUNGGULAN (SMK PK)

Pekanbaru-SMKNPT, Setelah bekerja mandiri pada Rapat Internal Penyelarasan Kurikulum dan Penyusunan Bahan Ajar Manual dan Digital SMK Pusat Keunggulan pada minggu sebelumnya, Hari Rabu dan Kamis tanggal 29 dan 30 September 2021 ini Pendidik SMKN Pertanian kembali untuk menyampaikan hasil kerjanya pada Workshop Penyelarasan Kurikulum dan Penyusunan Bahan Ajar Manual dan Digital SMK Pusat Keunggulan dan menyelaraskannya dengan DUDIKA. Turut hadir dalam acara ini yaitu Bapak Agief Julio Pratama, SP, M. Si dari Sekolah Vokasi IPBP dan Bapak Ir. H. Hardison, MP dari BAPPEDALITBANG ROV. RIAU. Menyampaikan tema tentang Potensi Pertanian dan Perikanan di Prov. Riau, sebagai narasumber Bapak Hardison menampilkan data-data penting tentang kebutuhan komoditas pertanian dan perikanan di Riau. Bapak Hardison juga menekankan bagaimana pentingnya tentang kebanggaan kita sebagai penduduk Riau terhadap produk-produk hasil pertanian di Riau. Kenyataan bahwa masih banyaknya kebutuhan pokok hasil pertanian di Riau yang masih ditopang oleh provinsi lain membuat Riau harus segera bangun dan peduli dengan pendidikan pertanian saat ini. Pada hari Rabu tersebut, DUDIKA yang turut berdiskusi diantaranya yaitu:
1. Bapak Khairuddin, SP (R&D First Resources)
2. Ibu Juwita, SP (PT. Sinar Samudera Agroteknologi)
3. Bapak Purwohadi, SP. (PurwoFarm)
4. Bapak Hasanuddin, SP., MP (Agrowisata Hebon Enhalima)
5. Bapak Supriadi, S.Pi (Dolphin Farm)
6. Bapak Agus Tang (UD. Mocaf Jaya)
7. Bapak Evinaldi, SE (Ghani Gazali Farm)

Kamis, 30 September 2021 Pendidik mempresentasikan bahan ajar hasil penyelarasan dengan DUDIKA. Bapak Zakirman Hadi, S.Si, Ibu Yulia Herlina, SP., Bapak M. Rizki Yogatama, S.TP, Ibu Sri Rahmadani, M.Pd dan Ibu Sri Essa Meylona, ST dalam hal ini menyampaikan hasil diskusi masing-masing program kehalian dengan DUDIKA. Acara ini berakhir pukul 17.00 WIB dengan hasil kesepakatan bersama bahwa penting halnya dilakukan penyelarasan poin-poin pembelajaran masing-masing Program Keahlian dan menentukan fokus tema pembelajaran yang tepat untuk peserta didik kelas XI dan kelas XII SMKN Pertanian.

GELAR ACARA MOTIVASI “BANGKIT DARI PANDEMI”

Pekanbaru-SMKNPT, Jumat, 24 September 2021 SMKN Pertanian Terpadu Riau menyelenggarakan acara motivasi belajar untuk peserta didik dengan tema " Semangat Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka - Bangkit dari Pandemi". Dengan mengundang 2 orang narasumber dari Universitas Abdurrab yaitu Bapak Auliya Syaf, M.Psi. dan Ibu Rion Nofrianda,M.Psi. Untuk tetap menjaga protokol kesehatan berkaitan dengan jumlah peserta didik maka acara ini diadakan di dua tempat yakni Laboratorium Seni Budaya dan Film SMKN Pertanian dan Ruang Makan peserta didik. Acara gelar motivasi ini dikoordinir oleh Tim Bimbingan Konseling SMKN Pertanian yakni Ibu Fatmawati, S.Psi., Ibu Reni Eka Putri, S.Psi serta Ibu Putri Handayani S.Psi.

Dalam Syarifudin, 2020 disebutkan bahwa tidak terikatnya waktu dan dilakukan tanpa bertatap muka menjadi keunggulan pembelajaran daring yang bisa dimanfaatkan pendidik . Seperti yang terjadi pada saat ini, pembelajaran daring menjadi satu-satunya pilihan bentuk pembelajaran yang dapat dilakukan oleh pendidik ketika terjadi bencana alam atau pandemi global. Namun pembelajaran daring ini menimbulkan efek psikologi yaitu berkurangnya kemampuan sosial anak dan menurunnya rasa disiplin dan tanggung jawab. Salah satu tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk mempersiapkan ananda peserta didik agar siap dalam pembelajaran tatap muka nantinya. Semangat belajar ya ananda semua... Mari beradaptasi dengan normal baru ini ananda!!

RAPAT PENYELARASAN KURIKULUM DAN PEYUSUNAN BAHAN AJAR (MANUAL DAN DIGITAL) SMK PUSAT KEUNGGULAN

 

Pekanbaru-SMKNPT, Masih dalam rangkaian penguatan Program SMK Pusat Keunggulan SMKN Pertanian Terpadu pada hari Rabu, 22 September 2021 mengadakan Rapat Penyelarasan Kurikulum dan Penyusunan Bahan Ajar (Manual dan Digital) SMK Pusat Keunggulan. Acara ini dihadiri oleh 39 orang pendidik perwakilan mapel adaptif/normatif dan perwakilan pendidik dari masing-masing program keahlian. Dengan narasumber Bapak Erwan Sudjono, ST, M. Si, dalam acara ini dibentuk pokja masing-masing program kehalian guna mempersiapkan kerangka kurikulum yang akan didiskusikan selanjutnya dengan DUDIKA kerjasama. SMK Pusat Keunggulan merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Pendidikan Vokasi) Kemendikbud pada tahun 2021 ini. Program ini lahir sebagai upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja. Tentunya, pencapaian tersebut harus diperkuat dengan adanya kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah (KOS)” SMK Pusat Keunggulan SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru


PEKANBARU-SMKNPT,
SMK yang ditunjuk sebagai pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) pada tahun pelajaran 2021/2022 ini harus segera menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOS) mengacu kepada Pedoman Pembelajaran pada Program SMK Pusat Keunggulan, khususnya terkait dengan spektrum keahlian dan struktur kurikulum. Pada tanggal 20 dan 21 September 2021 yang lalu, SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru Mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOS) SMK Pusat Keunggulan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 SMKN Pertanian. Dengan menghadirkan 2 orang narasumber yaitu Bapak Erwan Sudjono, ST, M. Si dari BBPPMV PERTANIAN CIANJUR dan Bapak Dr. H. ELFIS, M.Si DARI Universitas Islam Riau. Acara ini dihadiri oleh 46 orang pendidik.

Kegiatan hari pertama adalah pengembangan modul ajar dimana peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan mapel ampu untuk adaptif/normatif dan berdasarkan program keahlian. Konsultasi modul ajar ini dilakukan secara terpisah yaitu di Ruang Rapat Kepala sekolah.

Kegiatan pada hari kedua adalah pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) dan pengembangan Asesmen Pembelajaran Berbasis Proyek dengan narasumber Dr. H. Elvis, M.Si. Pada hari kedua juga dilakukan supervisi pembelajaran Program Keahlian Agritan dan Agrihan oleh Bapak Erwan Sudjono, ST, M. Si. Sebagai penutup kegiatan hari kedua adalah presentasi modul ajar oleh pendidik pengampu Mapel IPAS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.

 

Penyusunan Program Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan

 

Pekanbaru-SMKNPT, Apakah itu perundungan? Definisi Perundungan atau bullying menurut referensi GLN Kemdikbud adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.
Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya. Perundungan rentan terjadi di sekolah. Menurut wenny Theodore perundungan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok. Untuk mencegah perilaku perundungan yang terjadi, pelajar perlu diberikan interevensi dari berbagai pihak berdasarkan pada faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan. Menurut data, 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah (UNICEF, 2015)

Adapun ciri satuan pendidikan yang melanggengkan praktik bullying adalah satuan pendidikan yang tidak memiliki pola keteladanan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan di satua pendidikan, adanya perilaku kekerasan yang dilakukan pendidik, tenaga kependidikan ataupun siswa dan tidak adanya pola komunikasi yang baik antara guru dan siswa.

Pada 17 september 2021 yang lalu SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru mengadakan Acara Penyusunan Program Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan sebagai rangkaian acara Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) . Bertempat d Ruang rapat lantai 2 SMKN Pertanian acara ini dihadiri oleh 13 orang bapak/ibu pendidik dari Bagian Kesiswaan, Bimbingan Konseling dan perwakilan unit kerja.

Harapan dari acara ini adalah tersusunnya Program Sekolah Anti Perundungan yang memuat ketersediaan layanan pengaduan kekerasan/media peserta didik untuk melaporkan bullying secara aman dan terjaga kerahasiannya, adanya upaya kerjasama dan komunikasi aktif antara siswa, orang tua dan guru (3 pilar SRA), adanya kebijakan anti bullying yang dibuat bersama siswa, adanya bantuan bagi siswa yang menjadi korban. Selain itu Program ini diharapkan dapat menampilkan upaya keteladanan oleh pendidik dan tenaga kependidikan dalam berperilaku positif dan tanpa kekerasan, sebagai program anti bullying di satuan pendidikan yang melibatkan semua aspek yaitu siswa, guru, orang tua, alumni dan masyarakat sekitar satuan pendidikan serta memastikan sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang tidak memicu peserta didik berperilaku bullying.